Senin, 10 Juli 2017

SEDIKIT...

   pernah tidak waktu itu kamu berpikir untuk berhenti dimana semua ini belum dimulai. Misalnya waktu kita berpapasan dan belum ada maksud satu sama lain antara pandanganku dan pandanganmu.
  kalau saja sedikit kita undur hari dimana aku bertemu denganmu,apa yang akan kamu kenakan? masihkah kemeja itu atau hanya kaos yang tidak berarti?
  kalau saja sedikit bisa kuulangi,aku yakin aku tidak akan pernah mau ke cafe itu. Aku tidak akan disana. Tidak. Aku bahkan berharap tidak pernah tau cafe itu.
  kalau saja sedikit aku bisa mengenang bahwa diwaktu itu,tepatnya malam itu,tepatnya hari itu dimana hari aku mengenang ulang tahunku,bahwa aku yang sangat terpuruk pasca sakit hati yang hebat dan tiba-tiba aku kehilangan arah,mungkin aku akan memilih untuk berdiam sementara,mungkin seminggu diam disudut kamar menata dari awal bukan keluar untuk mencairkan isak tangis dan membekukan hati yang lebur.
  kalau saja sedikit pada hari itu kamu tidak menanyakan perihal apapun tentangku sedikitpun bahkan secuil tentang diriku,kita tidak akan berada diujung jurang seperti sekarang.
  kalau saja sedikit kamu bisa menoleh betapapun dengan semua kekurangan dan kelebihan tidak lebih dan kurang yang kucari hanyalah pundak. Pundak yang lapang dan empuk dimana bisa bersandar dan menangis sepuasnya. perempuan memang seperti itu. Selalu berkaitan dengan air mata. Itulah kenapa pundakmu begitu berharga dan pundak itu bagaikan gunung yang tinggi dengan kadar oksigen yang rendah. Aku mencoba dengan gigih mendaki gunung itu dengan tertatih serta nyaris kehabisan napas. Beruntung masih tuhan berikan kesempatan walau pada dasarnya kesempatan itupun sangat sulit untuk dijalani. Setidaknya sekarang. Seperti saat ini.
   kalau saja sedikit bisa kamu tengok seberapa sakit dan jatuhnya aku,dan seberapa teganya kamu masih sampai tidak menyadari apa yang terjadi. Berkasih ria,berbagi tawa serta duka tapi tetap kau jadi sumber dari segala lara. Pernah kala itu aku berpikir untuk menyudahi segalanya pergi entah kemana mencari sosok gadis 5 tahun yabg lalu,yang masih penuh dengan gairah hidup. Tapi lagi-lagi mata itu menjatuhkan ku dalam gejolak yabg sebenarnya tidak boleh kuselami lebih dalam dan dalam lagi.
  kalau saja sedikit kamu bisa bertukar tempat denganku,merasakan bagaimana rasanya hanya menjadi sesosok bayangan dalam keseharianmu,tetap teguh dengan pendirian dan selalu oenuh rasa curiga serta takut kehilangan aku yakin kamu tidak akan lama bisa bernapas karena percayalah itulah yang kurasakan sekarang. Aku kesulitan bernapas. Sangat sulit.
  Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui. Sesulit apapun napas ini berhembus,setinggi apapun gunung yang harus kudaki,aku percaya masih ada sosok kamu didalam sana yang menggunakan hati dan mengkesampingkan otak hanya untuk membalas semua kesakitanku dan kembali menjadi obat lagi sama seperti yang kau lakukan kala itu,aku yakin dan ini pasti sedikit lagi.

trimakasih untuk lelaki yang tak pernah berhenti mencintai namun tak pernah lelah menyakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar