Ranjang itu cantik sekali. Berwarna putih bersih dengan kasur kapuk yang empuk. Nyaman. Lengkap pula dengan bantal guling serta selimut.
Setiap hari mereka selalu bersama tolong menolong dan selalu berkesinambungan untuk membuat sesosok itu tidur nyenyak. Tidur dengan perasaan aman. Ketika hari mulai dingin selimut itu mulai memposisikan diri dan bersiap untuk dipakai. Menanti dengan baik sampai yang empunya menarik perlahan untuk menutupi tubuh yang tertiup angin sepoi2.
Tak luput pula peran yang lainnya. Bantal yang selalu jadi sandaran kepala sosok itu. Tumpuan ketika kepala berat itu mulai lelah menengadah keatas menatap kosong kearah jendela. Dengan setia menjadi tempat bantalan yang selalu merangkul kepalanya.
Ada pula guling. Guling itu adalah hal wajib yang harus disertakan bagi yang empunya untuk menjalankan ritual tidurnya. Guling itu selalu siap sedia untuk dipeluk. Dia suka itu. Rasanya nyaman. Nyaman untuk membuat irang aman dan merasa nyaman. Dipeluk. Ya. Dipeluk.
Suatu ketika bantal mengeluh. Dia acap kali kedinginan beberapa malam ini. sarungnya selalu saja basah merembes sampai kedalam. Membuatnya basab dan lembab sehingga bantal itupun risih. Risih akan dirinya. Sang empunya terlalu rajin menempatkan air mata dibantal itu. Sampai akhirnya bantal itu terbiasa dengan basah dan harus mengeluh serta menggerutu sendiri.
Dan beberapa hari kemudian setelah kasus bantal,guling mulai gelisah. Sang empunya tak kunjung memeluknya lagi. Tak memberinya kenyamanan seperti yang dulu-dulu. Apalgi sang empunya sering salah kaprah dan menggunakan guling itu sebagai bantal. Dia kasihan kepada bantal. Dia tahu bahwa bantal cemburu dan sempat mereka cekcok sehingga bantal dan guling itu jarang ada dikasur yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Apalagi sosok empunya sering dilantai membawa guling. Guling sakit hati sebenarnya. Tak luput sang empunya kadang memukul atau bahkan melempar guling untuk meluapkan amarahnya sembari menangis tersedu-sedu setiap malam.
Setelah 2 kejadian malang yang menimpa bantal dan guling,selimut juga tak luput dari basib malang. Selimut tidak pernah lagi disentuh. Bahkan terkesan terlupakan. Selimut tersembunyi terjatuh dan sekarang berdiam sendiri dibawah ranjang. Tidak ada satupun yang menolongnya atau bahkan menengoknya. Dia hanya berdoa agar suatu saat ada yang memungutnya dan mencuci bersih serta menggunakannya lagi. Atau setidaknya ada yang mau menyimpanya dengan rapi didalam lemari. Setidaknya tidak dibawah kolong ranjang.
Suasana mereka di dalam kamar segiempat itu sangat mencekam. Semuanya penuh derita. Mereka bertanya-tanya kenapa gerangan yang terjadi pada sang empunya. Mereka hanya berharap agar sosok yang memiliki mereka akan kembali menjadi sosok yang mereka dambakan dulu. Tidur bersama dalam keadaan nyaman dan menyisakan senyum sebelum keberangkatan kepulau kapuk.
Mungkin tidak ada yang tahu kapan berakhir penderitaan bantal,guling dan selimut. Kita doakan saja agar sang empunya cepat sembuh. Dan sesungguhnyapun kalian,ya...kalian yang selalu melakukan hal menyakitkan berulang-ulang,selalu menjadikan hal itu sebagai hobi,cobalah berpikir sedikit bahwa tidak hanya sosok itu yang tersakiti. Bahkan ruangan serta oksigen yang dia hirupun ikut bermasalah. Semua bermasalah dan tidak baik. Raga itu berada dilingkungan tidak baik. Kamu menyakiti segala yang ia punya dan apa yang berhubungan dengannya. Cobalah sedikit untuk berbaik hati dan tidak menyakiti atau tidak usah mengenal sama sekali daripada hanya meninggalkan kesakitan dan penderitaan yang tidak terhingga.
noted:
untuk semua wanita halu yang kerap menangis sebelum tidur,menangislah. Jangan lupa untuk bangkit esoknya. Kasihanilah diri kalian sendiri karena dia yang menyakiti tidak akan pernah berpikir untuk membagi kasihannya kepada sosok kalian. Pedulilah pada apa yang harus kamu perdulikan. Anggaplah bantal,guling serta selimut yang sering kau gunakan adalah temanmu sehingga kau tau jika kau terluka dan terpuruk begitu pula mereka. Karena orang yang terluka akan cenderung melukai pula baik sengaja maupun tidak disengaja. maka dari itu SEMBUHLAH ☺