Selasa, 11 Juli 2017

Pulau Kapuk

   Ranjang itu cantik sekali. Berwarna putih bersih dengan kasur kapuk yang empuk. Nyaman. Lengkap pula dengan bantal guling serta selimut.

  Setiap hari mereka selalu bersama tolong menolong dan selalu berkesinambungan untuk membuat sesosok itu tidur nyenyak. Tidur dengan perasaan aman. Ketika hari mulai dingin selimut itu mulai memposisikan diri dan bersiap untuk dipakai. Menanti dengan baik sampai yang empunya menarik perlahan untuk menutupi tubuh yang tertiup angin sepoi2.
  
   Tak luput pula peran yang lainnya. Bantal yang selalu jadi sandaran kepala sosok itu. Tumpuan ketika kepala berat itu mulai lelah menengadah keatas menatap kosong kearah jendela. Dengan setia menjadi tempat bantalan yang selalu merangkul kepalanya.
  
   Ada pula guling. Guling itu adalah hal wajib yang harus disertakan bagi yang empunya untuk menjalankan ritual tidurnya. Guling itu selalu siap sedia untuk dipeluk. Dia suka itu. Rasanya nyaman. Nyaman untuk membuat irang aman dan merasa nyaman. Dipeluk. Ya. Dipeluk.

   Suatu ketika bantal mengeluh. Dia acap kali kedinginan beberapa malam ini. sarungnya selalu saja basah merembes sampai kedalam. Membuatnya basab dan lembab sehingga bantal itupun risih. Risih akan dirinya. Sang empunya terlalu rajin menempatkan air mata dibantal itu. Sampai akhirnya bantal itu terbiasa dengan basah dan harus mengeluh serta menggerutu sendiri.

    Dan beberapa hari kemudian setelah kasus bantal,guling mulai gelisah. Sang empunya tak kunjung memeluknya lagi. Tak memberinya kenyamanan seperti yang dulu-dulu. Apalgi sang empunya sering salah kaprah dan menggunakan guling itu sebagai bantal. Dia kasihan kepada bantal. Dia tahu bahwa bantal cemburu dan sempat mereka cekcok sehingga bantal dan guling itu jarang ada dikasur yang sama seperti sebelum-sebelumnya. Apalagi sosok empunya sering dilantai membawa guling. Guling sakit hati sebenarnya. Tak luput sang empunya kadang memukul atau bahkan melempar guling untuk meluapkan amarahnya sembari menangis tersedu-sedu setiap malam.
 
    Setelah 2 kejadian malang yang menimpa bantal dan guling,selimut juga tak luput dari basib malang. Selimut tidak pernah lagi disentuh. Bahkan terkesan terlupakan. Selimut tersembunyi terjatuh dan sekarang berdiam sendiri dibawah ranjang. Tidak ada satupun  yang menolongnya atau bahkan menengoknya. Dia hanya berdoa agar suatu saat ada yang memungutnya dan mencuci bersih serta menggunakannya lagi. Atau setidaknya ada  yang mau menyimpanya dengan rapi didalam lemari. Setidaknya tidak dibawah kolong ranjang.

   Suasana mereka di dalam kamar segiempat itu sangat mencekam. Semuanya penuh derita. Mereka bertanya-tanya kenapa gerangan yang terjadi pada sang empunya. Mereka hanya berharap agar sosok yang memiliki mereka akan kembali menjadi sosok yang mereka dambakan dulu. Tidur bersama dalam keadaan nyaman dan menyisakan senyum sebelum keberangkatan kepulau kapuk.
  

    Mungkin tidak ada yang tahu kapan berakhir penderitaan bantal,guling dan selimut. Kita doakan saja agar sang empunya cepat sembuh. Dan sesungguhnyapun kalian,ya...kalian yang selalu melakukan hal menyakitkan berulang-ulang,selalu menjadikan hal itu sebagai hobi,cobalah berpikir sedikit bahwa tidak hanya sosok itu yang tersakiti. Bahkan ruangan serta oksigen yang dia hirupun ikut bermasalah. Semua bermasalah dan tidak baik. Raga itu berada dilingkungan tidak baik. Kamu menyakiti segala yang ia punya dan apa yang berhubungan dengannya. Cobalah sedikit untuk berbaik hati dan tidak menyakiti atau tidak usah mengenal sama sekali daripada hanya meninggalkan kesakitan dan penderitaan yang tidak terhingga.



noted:
untuk semua wanita halu yang kerap menangis sebelum tidur,menangislah. Jangan lupa untuk bangkit esoknya. Kasihanilah diri kalian sendiri karena dia yang menyakiti tidak akan pernah berpikir untuk membagi kasihannya kepada sosok kalian. Pedulilah pada apa yang harus kamu perdulikan. Anggaplah bantal,guling serta selimut yang sering kau gunakan adalah temanmu sehingga kau tau jika kau terluka dan terpuruk begitu pula mereka. Karena orang yang terluka akan cenderung melukai pula baik sengaja maupun tidak disengaja. maka dari itu SEMBUHLAH ☺

Senin, 10 Juli 2017

SEDIKIT...

   pernah tidak waktu itu kamu berpikir untuk berhenti dimana semua ini belum dimulai. Misalnya waktu kita berpapasan dan belum ada maksud satu sama lain antara pandanganku dan pandanganmu.
  kalau saja sedikit kita undur hari dimana aku bertemu denganmu,apa yang akan kamu kenakan? masihkah kemeja itu atau hanya kaos yang tidak berarti?
  kalau saja sedikit bisa kuulangi,aku yakin aku tidak akan pernah mau ke cafe itu. Aku tidak akan disana. Tidak. Aku bahkan berharap tidak pernah tau cafe itu.
  kalau saja sedikit aku bisa mengenang bahwa diwaktu itu,tepatnya malam itu,tepatnya hari itu dimana hari aku mengenang ulang tahunku,bahwa aku yang sangat terpuruk pasca sakit hati yang hebat dan tiba-tiba aku kehilangan arah,mungkin aku akan memilih untuk berdiam sementara,mungkin seminggu diam disudut kamar menata dari awal bukan keluar untuk mencairkan isak tangis dan membekukan hati yang lebur.
  kalau saja sedikit pada hari itu kamu tidak menanyakan perihal apapun tentangku sedikitpun bahkan secuil tentang diriku,kita tidak akan berada diujung jurang seperti sekarang.
  kalau saja sedikit kamu bisa menoleh betapapun dengan semua kekurangan dan kelebihan tidak lebih dan kurang yang kucari hanyalah pundak. Pundak yang lapang dan empuk dimana bisa bersandar dan menangis sepuasnya. perempuan memang seperti itu. Selalu berkaitan dengan air mata. Itulah kenapa pundakmu begitu berharga dan pundak itu bagaikan gunung yang tinggi dengan kadar oksigen yang rendah. Aku mencoba dengan gigih mendaki gunung itu dengan tertatih serta nyaris kehabisan napas. Beruntung masih tuhan berikan kesempatan walau pada dasarnya kesempatan itupun sangat sulit untuk dijalani. Setidaknya sekarang. Seperti saat ini.
   kalau saja sedikit bisa kamu tengok seberapa sakit dan jatuhnya aku,dan seberapa teganya kamu masih sampai tidak menyadari apa yang terjadi. Berkasih ria,berbagi tawa serta duka tapi tetap kau jadi sumber dari segala lara. Pernah kala itu aku berpikir untuk menyudahi segalanya pergi entah kemana mencari sosok gadis 5 tahun yabg lalu,yang masih penuh dengan gairah hidup. Tapi lagi-lagi mata itu menjatuhkan ku dalam gejolak yabg sebenarnya tidak boleh kuselami lebih dalam dan dalam lagi.
  kalau saja sedikit kamu bisa bertukar tempat denganku,merasakan bagaimana rasanya hanya menjadi sesosok bayangan dalam keseharianmu,tetap teguh dengan pendirian dan selalu oenuh rasa curiga serta takut kehilangan aku yakin kamu tidak akan lama bisa bernapas karena percayalah itulah yang kurasakan sekarang. Aku kesulitan bernapas. Sangat sulit.
  Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui. Sesulit apapun napas ini berhembus,setinggi apapun gunung yang harus kudaki,aku percaya masih ada sosok kamu didalam sana yang menggunakan hati dan mengkesampingkan otak hanya untuk membalas semua kesakitanku dan kembali menjadi obat lagi sama seperti yang kau lakukan kala itu,aku yakin dan ini pasti sedikit lagi.

trimakasih untuk lelaki yang tak pernah berhenti mencintai namun tak pernah lelah menyakiti.

Rabu, 17 Mei 2017

SENJA,MASIHKAH DISANA?

  Nah,sekarang sudah mulai panas. Siang terik itu sudah mulai membiru dan panas. Awan yang biasanya biru dan diselimuti awan putih pelan-pelan berganti sayu ke warna merah jingga kuning cantik yang pilu. Disamping segala hal yang ada,disamping burung-burung pipit dan perahu kecil yang terus mendayung ingin berpulang kerumah,setelah seharian lelah mengarungi sungai itu,mencoba mencari jalan pulang dengan disuguhkan tampilan alam yang merah merekah. Ya,senja itu metamorfosa biru ke kuning,panas ke hangat,arogan ke sendu. Sendu? ya senja itu sendu. Sendu menurut ku. Aku yang selalu duduk termenung dimanapun disetiap ada kesempatan dan moment ketika senja itu tiba.

  Awal musim kemarau sudah mulai tiba. Bulan lalu musim hujan selalu datang disore hari. Membasahi rumput-rumput hijau ditaman dan aspal yang hitam. sama halnya dengan perasaan yang ada sekarang. Entah bagaimana semuanya berawal. Aku yang waktu itu masih sangat muda dan tidak mengenal sebegini kejinya efek perasaan yang harus aku sandang sekarang. Sebegini parahnya efek perasaan yang bisa kita bilang "cinta" menaungi dan menghantui pikiranku saat ini. Saat dimana musim hujan berganti menjadi musim kemarau. Saat dimana aku pikir aku tidak akan pernah merasa terambang seperti sekarang. Mari kita mulai.

  Aku ingat sekali kapan pertama kali aku berani memakai lipstick merah itu. Aku ingat sekali kapan aku mulai bisa mencicipi dunia malam dan aku juga ingat betul kapan aku mulai tidak mengenal diri sendiri dan aku yang telah kehilangan diriku. 14 febuari yang lalu tepat di hari ulang tahunku aku tertarik pada seorang lelaki yang rupawan. Dikalangan ku yang baru pada saat itu dia adalah yang paling terkenal. kalangan baru? ya. Umurku 19 tahun pada saat itu. Masa dimana keterpurukan terdalam dalam hidupku. Aku harus menjalani hidup sendiri. Bukan karena tidak ada orang tua. Orang tuaku masih lengkap hanya saja perasaan kami yang tidak bisa melengkapi satu sama lain hingga kami akhirnya harus bercerai berai. Aku adalah anak tunggal dan putri satu-satunya yang dimiliki orang tuaku. Keputusanku untuk lari dari rumah pastilah hal yang menyakitkan yang bisa kuberikan kepada orang tuaku. Tapi harus bagaimana lagi,meluruskan pohon yang kokoh adalah suatu hal yang mustahil. itulah gambaran yang bisa kuberikan tentang intro keluargaku. selebihnya? mungkin dilain cerita jika hati dan tangan sudah mulai singkron dan siap.

  kembali ke laki-laki yang punya pamor tinggi itu. Namanya andre. Sebulan setelah aku memutuskan untuk keluar dari kehidupan normalku,aku menjalani profesi sebagai penyanyi bar disalah satu kota diindonesia yang tidak bisa aku sebutkan dimana. Yang jelas aku sangat menikmati bahwa akhirnya aku bisa bebas dan menjadi apa yang aku mau yang bahwa kenyataannya itu adalah hal yang paling salah yang pernah aku nilai benar. Aku dituntut untuk bisa bersolek,memasang pemerah pipi,mengenal minuman yang sekarang jadi sahabat terbaikku. Aku mengenal andre 14 febuari itu ketika selesai session menyanyi pertama,partner ku mengenalkanku kepada andre yang nampak tertarik padaku. Akupun menggubrisnya dengan senang hati. Aku tertarik seketika setelah perkenalan pertama itu. Dia yang mulai mengajarkan hal-hal yang tudak pernah kurasakan sebelumnya. Hal-hal yang kuanggap tabu tetapi ada. Seminggu setelah perkenalan kami,kamipun sepakat untuk menjalani hubungan lebih dari teman. Ya,dia yang sekarang jadi kekasihku. Kekasih yang disetiap harinya selalu menemani dan membuatku kasmaran. Aku nyaman sekali bersamanya. Dia selalu mendukungku,menemaniku saat bekerja,mengajak jalan-jalan walaupun itu tengah malam hanya sekedar untuk mengusir kebosanan dan mencari kantuk belaka. 

  Tak terasa setahun bersama mengajarkan kami semuanya. Kami saling belajar satu sama lain. Mempelajari perangai masing-masing saling mengenal lebih dalam. Saling mengenal untuk jauh mendalami agar bisa lanjut kejenjang berikutnya. jenjang berikutnya? memang andre pernah menggunjing tentang bagaimana kalau kami menikah. Tapi aku yang waktu itu masih terpaut belia belum berani untuk mengambil langkah lebih jauh dan lebih dalam. Disamping itu ada sesuatu hal yang menjadi pemikiranku. Aku dan andre berbeda agama. Tapi perbedaan agama itu tidak kami indahkan. Kami masih saja tidak perduli dan tetap berpegang teguh sampai akhirnya sudah masuk ketahun ke3 kami berpacaran. 

  Mungkin bisa dikatakan ini kali pertama aku mau berkomitmen. Aku yang selama ini sebatang kara dan dia yang selalu memberikan segalanya. Disaat aku berkekurangan secara lahir dan batin andre datang. Andre memberikan dukungan moral dan material. Dukungan materi yang diberikan andre membuat andre merasa seolah-olah aku adalah kepemilikannya. Seperti layaknya tanah yang sertifikatnya dipegang teguh oleh tuannya. Andre yang dulu kukenal dan semakin kukenal semakin aku sayangi semakin pula aku takut. Aku yang takut kehilangan hatinya dan takut akan dirinya. Kenapa? memang terkadang kasih sayang itu bisa jadi suatu hal yang berlebihan,dan sesuatu yang berlebihan itu tidak pernah menjadi suatu hal yang baik. 

  Ditahun kedua kami berpacaran andre menikahi wanita lain yang seagama dengannya. Kemudian bagaimana bisa kami bertahan? biar aku ceritakan secara perlahan. Tahun pertama andre memang pernah melamarku dan aku menolaknya. Bukan menolak lebih kepada menunda. Tundaan yang sebenarnya memang harus. Namun ditahun kedua itu andre diharuskan menikah oleh orang tuanya. Aku terkejut ketika tau hal itu. Aku mengetahui hal itu setelah 2 bulan pernikahan andre dan pada saat istrinya mengandung 4 bulan. ya,andre menghamili perempuan itu,andre selingkuh dibelakangku. Itu suatu keterpurukan dalam bagiku dan termasuk masa sulit yang rumit. Rumit karena aku masih bisa mentoleransi semuanya. Aku tau aku yang menjadi korban,tapi ironisnya aku tetap menyayanginya sepenuh hati. Padahal apa yang aku cari? harta? tidak. Walaupun aku telah kehilangan diriku yang polos tapi aku sangat mengenal diriku yang bukan penggila harta. Kenyamanan dan rasa sayang yang berlebihan inilah yang membuat aku tetap bertahan walaupun ini perlahan menggerogoti hati dan sisi kemanusiaan yang ada. Aku yang awalnya menjadi utama dan hanya ada aku satu-satunya harus rela merasakan bahwa sekarang andre bukan lagi milikku sepenuhnya. Dia kepunyaan orang lain. Dia yang awalnya berjanji tidak akan membagi hati sekarang harus membagi hati dan raga. Entah kenapa aku yang harus merasa nampaknya aku yang bersalah. padahal aku yang utama. Aku yang menjalani semuanya dari awal dan aku yang selama ini bertahan disampingnya. 

  Aku mencoba untuk melapangkan dada. Berdamai dengan masa-masa indah dan keji itu. Aku memaafkan andre yang berlutut dihadapanku. Yang dia katakan adalah walaupun aku telah menikah tapi aku tidak mencintai wanita itu. Yang dia perlukan adalah aku. Dan akupun yang jatuh dalam perkataan manis itu mau menjadi bayangannya. Tentu istrinya tidak tau apa yang terjadi. Bahkan istrinya tidak tau bahwa aku ini ada. Istrinya tidak tau bahwa andre menjadi hubungan dengaku sbeelumnya walaupun pada faktanya yang jadi orang ke3 adalah dia. Kemudian bagaimana bisa aku tetap mau menjalani hubungan ini?

  Ingat perkataan ku tadi dimana sesuatu hal yang berlebihan tidak pernah menghasilkan hal yang baik? ya. Tidak hanya perasaanku yang berlebihan namun begitu jua dengan andre. Setelah kabar pernikahannya beredar dan sampai ditelingaku,aku berusaha untuk lepas dari andre walaupun hanya dia yang aku punya. Aku siap menanggung segalanya. Sakit hati dan juga penyesalan. Aku yakin aku bisa pulih dari keterpurukan walaupun memakan waktu. Tapi andre tidak ingin melepaskanku. Disitu kali pertama aku melihat sosok andre yang lain. Dia menghajarku habis-habisan karena aku ingin meninggalkannya. Dia marah karena kesalahannya. Dia marah karena ketidaksetiannya. Dia menghajarku sehingga mematahkan pergelangan tanganku dan membuatku pendarahan hebat dibagian pelipis. Aku yang terkejut dan syok hanya bisa pasrah. Lantas kalian pasti bertanya-tanya,kenapa sampai sekarang bertahan?memang terkadang hati ini sulit untuk dimengerti.

  Perkelahian hebat malam itu tidak pernah terlupakan. Bahkan masih membekas dihati dan badanku. Singkat cerita perjalanan kisah kami sudah 5 tahun. Anaknya berusia 2 tahun. Dan masih sampai sekarang istrinya tidak mengetahui hubungan kami. Dan selama 5 tahun itu pula aku tidak pernah mendengar kabar dari orang tuaku. Mereka sudah pindah menjalani hidup masing-masing. Aku? masih mengambang dan menjadi bagian hidup andre. Namun hanya sebagai bayangan. Semenjak perkelahian hebat itu,aku tidak lagi bekerja dibar. Demi menjaga privasi dan hubungan rumah tangga andre. Hubungan rumah tangga yang sebenarnya tidak adil untukku. Kenapa harus seperti padahal aku adalah tokoh utama. Tapi aku sudah tidak terlalu memusingkan hal itu lagi. Yang aku tau andre selalu menyayangiku dan dia juga lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku. Namun tabiatnya yang ringan tangan kerap kali dia luapkan kepadaku jika dia mengalami kekesalan atau sedang setres. Dia tidak pernah begitu. Dia yang takut kehilanganku. Dia yang begitu terobsesi yang sama halnya denganku. Dia berjanji suatu saat dia akan meninggalkan wanita itu namun ketika anaknya beranjak dewasa. Dia juga berjanji akan ikut ke agamaku. Dia yang selalu menabur janji-janji manis. Dan hanya janji itu yang selalu kupegang. Aku bahagia bersamanya. Walau kadang aku merasa sakit hati ketika aku tau dia berbohong tentang hal-hal yang menyangkut istrinya. Kadang aku bingung harus bagaimana mengutarakan semuanya karena yang aku tau aku yang mau menjalani semua ini lantas kenapa aku tidak bisa menanggung dampaknya? harusnya aku tau namun tetap ada sangkalan dari dalam yang kadang membuatku semakin jatuh dan tidak mengenal diriku. 

  Aku merasa bahwa aku adalah sesosok boneka kesayangan. Aku seperti anjing kesayangan tuannya. Aku bukan milikku. Andre yang awalnya kukenal tidak akan memperlakukan seperti ini nyatanya dia bertindak jauh. Tidak puas dengan menahanku selama 5 tahun seiring perjalanan cinta kami diapun banyak melukis bekas-bekas perkelahian hebat dibadanku.Dia yang menahanku atau aku yang tidak bisa lari darinya? sepertinya kami sama-sama saling menahan satu sama lain sehingga saling membuat luka yang dalam satu sama lain.Aku tahu setiap kali sehabis memukulku andre selalu mengobati luka-luka ditubuhku. Terkadangpun dia menangis menyesal dan tak luput juga dia melukai dirinya karena amarah dan penyesalan melihat ukiran-ukiran dan baretan luka yang dibuatnya dibadanku. 

  3 tahun belakangan memang tidak seindah 2 tahun awal kami berpacaran. Dan setahun belakangan aku mulai sering mengunjungi psikiater. Aku yang terlampau setres dan jarang bisa tidur mulai sakit-sakitan diusia yang muda. Sudahkan aku menyebutkan usia andre diawal kisah tadi? oh ya ketika awal kami berhubungan umurku 19 tahun dan umur andre 27 tahun. Sekarang lelaki itu 32 tahun dan pendewasaan dirinya dalam menjalin hubungan belum matang sama sekali. Hati dan sikapnya yang kadang berubah. Tatapan matanya yang sewaktu-waktu bisa menjadi tatapan asing membuatku meragu dan mulai mencoba melepaskan 5 tahun kesia-siaan yang kujalani.

  Aku yang menyadari bahwa tubuh ini sudah mulai tidak berdaya dan aku pula yang mulai mengalami penurunan produktivitas dalam menjalani hidup serta berkurangnya semangat hidupku yang sekarang,diusia 24 tahun ini aku putuskan untuk mendonorkan salah satu ginjalku. Aku merasa bahwa kesakitan 3 tahun terakhir buah dari apa yang aku lakukan kepada kedua orang tuaku. Entah aku yang membuang mereka atau mereka yang membuangku nampaknya kami sama-sama saling membuang.

   Niatku untuk mendonorkan salah satu ginjalku tidak diketahui oleh andre. Waktu itu aku meminta ijin sebulan untuk liburan ke luar negeri kepada andre. Alasanku aku perlu waktu sendiri ditempat yang baru karena perasaan setres dan tertekan yang aku alami. Diapun tidak keberatan dan tetap mensupport dana selama aku diluar. 

  Negara yang kupilih adalah jepang. Bukan liburan tapi untuk mendonorkan ginjalku. Aku merasa bahwa hidupku sia-sia. Berbagai macam konseling keagamaan dan psikiater telah kujalani tapi aku tidak menemukan titik terang agar aku bisa hidup normal. Bisa lepas dari obsesi dan mengikhlaskan semuanya. 

  Aku pikir setidaknya ada hal manis yang bisa kulakukan. Ada hal mulia yang bisa kulakukan setelah hal-hal keji yang aku lakukan di 5 tahun belakangan. Aku tinggal dijepang sekitar 2 bulan. Awalnya andre ingin menyusul namun aku melarangnya. Dia sempat marah namun dia mencoba untuk mengerti. Aku perlu pulih setelah operasi.

  Sebaliknya aku keindonesia,aku langsung bertemu dengan andre. Andre menyadari bahwa ada yang berubah padaku. Aku yang semakin kelihatan tidak ada niat dan semangat untuk menjalani hari-hari lainnya. Tapi disamping kesakitan yang diberikan andre dan segala tabiat buruknya,dia masih menyisakan sisi andre yang membuatku mampu bertahan setegar 5 tahun ini. Kenyamanan memang mengalahkan segalanya. 

   3 bulan setelah operasi,aku mulai merasakan dampaknya. Andre yang melihatku sakit-sakitan tidak pernah lagi main tangan terhadapku. Dia menjadi lebih perhatian dari sebelumnya  Entahlah kasian atau perhatian. Yang jelas aku semakin dibuatnya nyaman dalam keterpurukan. Terhitung setelah sekembalinya aku dari jepang,dia tidak pernah pulang kerumah. Mengabaikan anak dan istrinya yang membuatku amat bersalah namun disatu sisi merasa bahagia. Bagaimana? sudah seberapa jijik pembaca mau menoreh ke sisi keegoisanku? yah bagaimanapun aku tetap merasa semuanya bukan salahku.

   kesehatanku yang terus menurun membuatku semakin tidak berdaya. Dan akhirnya 8 tahun sudah aku dan andre saling berbagi kedukaan. Dia tidak pernah lagi memukuliku. Andre berusaha meyakiniku bahwa dia mampu menjalani dua kehidupan dan bertanggung jawab penuh atas semuanya serta mau menerima resikonya walaupun dia harus dibuang kedua orang tuanya. Akhirnya pula secara diam-diam dia pindah agama dan menikahiku.

  segala sesuatunya dia tata rapi. Setelah 8 tahun akhirnya aku sah menjadi istri andre. Namun sah pula aku menjadi istri simpanan sekaligus bayangan dalam hidupnya. Aku yang siap setia menjadi bayangan dan pundak andre. Aku yang selalu bangga padanya. Bangga bahwa dia adalah lelaki yang tidak pernah mau melepaskanku selama 8 tahun ini.

  Awalnya aku yang tegar menghadapi semuanya dari awal bisa menjadi satu dalam pernikahan yang tidak lazim. Hanya berbekal kesetiaan dan kenyamanan tetap berdoa bahwa suatu saat segala hal yang membuat ku selama ini tertekan akan segera berlalu. Aku pikir dengan menjalani semua ini dengan penuh kesakitan aku bisa selalu dikuatkan walau penuh dengan rasa tertekan. Aku selalu berdoa agar suatu saat walaupun semuanya harus berakhir sedih setidaknya aku masih dikuatkan sampai akhir. Sampai pada akhirnya semuanya benar-benar runyam. Aku yang awalnya berpikir bahwa andre adalah segalanya kini perlahan mulai berubah sedikit demi sedikit. Apalagi kala itu dia menuntut bahwa dia ingin mempunyai keturunan denganku. Akupun mengiyakan karena memang kami sudah menjadi sepasang suami istri yang sah. Namun entah kenapa setelah 2 tahun sah menjadi istri andre aku tak kunjung-kunjung mempunyai keturunan. Apalagi sekarang kondisi fisik ku semakin menurun. Aku semakin khawatir. Disamping kondisiku yang kian hari kian menurun,begitu pula dengan sikap andre. Awalnya dia yang berubah menjadi andre yang manis sekarang mulai berubah lagi menjadi andre yang buas. Dia mencaci makiku bahkan terkadang dia mulai main tangan lagi pada badan yang sudah sangat rapuh ini. Aku tidak habis pikir. Kenapa semua lelaki nampaknya hobby menyakiti wanita. 

   Aku akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi kedokter mengenai perihal kenapa aku tak kunjung hamil. Betapa terkejutnya aku ketika aku mengetahui bahwa aku ternyata mandul. Hancur rasanya. Aku merasa bukan seorang wanita yang utuh. Apa yang terjadi sampai semuanya sejauh ini. Aku pikir satu ginjalku bisa menebus seperempat dari dosaku. Ternyata tuhan berkehendak lain. Akupun pulang dengan keadaan goyah. Entah rasanya aku tidak lagi merasakan bahwa aku tengah memijakan kaki ditanah. Aku tidak tahu lagi bagaimana aku harus mempertahankan hubungan hinaku dengan andre. 

   Sesampainya dirumah,kuliat andre dengan santai menyeruput kopi hitamnya sambil duduk didepan teras asik membaca koran hari ini. Dia bersikap dingin. Dingin sekali sampai tidak tersentuh atau bahkan tidak tersentuh sama sekali melihatku. Aku yakin dia hanya kasihan padaku. 

    Perlahan aku mencoba untuk membuka kalimat. Berat rasanya lidah ini bergoyang. "mas,sepertinya ada sesuatu hal yang penting yang harus aku bicarakan denganmu", dia hanya sedikit menoleh sambil terus membaca "tentang apa?" jawabnya ketus. Aku pun tanpa berpikir panjang hanya mengatakan apa yang harus aku katakan "sebelumnya aku meminta maaf padamu. Tentang segala hal yang pernah kita lalui,baik maupun buruk Tentang semua pengorbananmu dan pengorbananku menghadappi segala hal yang luar biasa selama 10 tahun perjalanan kita hingga akhirnya kita bisa sampai disini. Maafkan aku yang dari awal bersikekeh untuk tetap menahanmu yang seharusnya sudah kulepas sejak awal. Tapi mulai hari ini dan detik ini aku siap untuk pergi. Aku bukan perempuan yang sempurna. Aku tidak bisa memberikan keturunan seperti dia. Nampaknya sudah cukup untuk mu meluangkan waktu-waktu berhargamu yang harusnya kau luangkan untuknya. Aku yakin ini hukuman untuk mu dan terlebih untukku. Aku harap kamu bisa menerima kenyataan dan keputusanku kali ini." Sejenak ada awan hitam yang sangat kelam terpampang nyata diwajahnya. Emosi,gelisah,gundah,kasihan dan semuanya sampai aku bingung mengartikan mimik wajahnya. "aku sangat mencintaimu sampai aku lupa bahwa kamu juga berhak akan dirimu. Aku sangat mencintaimu sampai aku lupa bahwa aku hanyut dalam obsesi. Aku terlalu obsesi. Aku tidak pernah sadar dan selama ini selalu dibutakan akan hal-hal yang baik dan indah yang aku dapatkan darimu yang tidak kudapati di dirinya. Aku minta maaf atas perlakuan burukku selama ini. Aku minta maaf atas semua tangismu. Aku tidak tahu harus bagaimana. Mungkin kau benar kita harus bisa lebih berlapang dada dan saling merelakan." Aku yang awalnya mengira akan tegar mendengar ucapannya itu serasa runtuh duniaku. Aku yang siap untuk ditinggalkan tapi kenapa rasanya ada petir yang menyambar ketika dia yang 10 tahun mampu menahan semuanya terlebih menahanku dengan segala caranya,tetapi hari ini dia dengan lantang dan berani untuk bisa melepaskan aku. 

   Dibawanya semua barangnya. Aku hanya terdiam disudut rumah sambil menatap kosong kearah televisi. Aku hanya menyaksikan kesibukannya yang bersiap pergi untuk meninggalkanku. Tak sampai berapa lamapun dia pergi. Pergi tanpa menyisakan apapun. Pergi menjadi sosok lelaki yang tidak pernah aku harapkan untuk menjadi asing. Sejenak aku terdiam. Merenung. Mengingat betapa angkuhnya aku. Betapa cerobohnya aku dan sungguh lengkap dengan bodohku.

   Aku hanya menangis. Aku sakit. Jiwaku sakit. Semuanya sakit. Aku sekarat. Aku mulai tersenyum. Memejamkan mataku. Mengingat kali pertama aku berjalan. Mengingat kenangan manis bersama kedua orang tuaku yang sangat kucintai. Tak luput dengan air mata minta ampun dengan segala kedurhakaan selama ini. Aku coba lagi mengingat hal-hal manis yang pernah aku lakukan dengan andre. Ice cream pertama kami. Pelukannya. Tangannya. Cara dia berkedip dan semuanya jelas. Manis sekali. untuk sekejap aku bisa bahagia. Senang rasanya. Sembari badanku yang kurasakan sangat dingin. Menggigil dan dingin yang amat menusuk. Bahkan lebih dingin dari musim dingin dijepang. Sampai rasanya ada yang meremas jantungku hingga aku sulit untuk bernapas. Tapi disamping semuanya aku senang bahwa aku bisa mengingat lagi hal manis dalam hidupku. Samar terdengar aku mendengar suara pintu depan terbuka tanda ada orang yang masuk. "pasti andreku..." batinku berucap. Tapi sejenak aku teringat bahwa aku barusan menenggak pil dalam jumlah ratusan. Aku terlalu hanyut dalam kenangan manis. Setidaknya tuhan mengijinkan aku bernostalgia dan melihat andre terakhir kali. Aku tau dia khawatir. Dia langsung menghampiriku,memeluk dan menciumku. Aku tau dia akan kembali karena cinta tau dimana dia membenamkan bibitnya. Sampai pada saat kerlingan mata terakhirku aku hanya membatin "kau terlambat sayangku...sampai ketemu dilain kesempatan,aku mencintaimu....."

Kamis, 30 Agustus 2012

"AKU MENCINTAI PENYIAR ITU"

“AKU MENCINTAI PENYIAR ITU!!!”

Sebut saja Salsa nama seorang gadis SMA yang amat sangat hobi mendengarkan radio. Lumrahnya, orang mendengarkan radio dikarenakan radio yang dia dengarkan mampu mnyajikan berita dan lagu-lagu yang enak didengar serta menambah wawasan pendengarnya atau si pendengar hanya sekedar numpang nama dengan cara ikut berpatisi di program radio tersebut diacara tertentu melalui pesan singkat ataupun telepon demi menaikan pamor dan famous mereka.

Hal ini jauh berbeda dengan motif salsa mendengarkan radio. Alasan besar selama ini dia tidak pernah absen mendengarkan radio adalah karena dia jatuh cinta.ya,jatuh cinta memang virus yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Makanan yang tidak enak sama rasanya dengan rasa steak yang disajikan direstoran-restoran mahal. Kasur kapuk yang ditiduri terasa seperti spring bed hotel bintang lima. Bahkan rasa “Iwak Karing” pun tak kalah nikmatnya dengan ayam bakar. Oh cinta.....penyakit yang merajalela diberbagai usi. Jika melayang mengambung tinggi sampai kelangit-langit. Namun jika jatuh sakitnya minta ampun sampai keubun-ubun.

Kembali kita membahas si Salsa,ketika jam tepat menunjukan pukul 1 siang,ketika memang waktunya anak seusianya pulang sekolah,diapun melakukan hal yang sama. Sampai rumah langsung ganti baju,makan dan bergegas menghidupkan radio berukuran tanggung di kamarnya. Apapun yang terjadi dia tidak pernah ketinggalan program yang tengah dibawakan Arif setiap jam 2 itu. Arif,itulah sebutan penyiar bujang yang kabarnya mempunyai wajah yang rupawan.Program yang dia bawakan adalah program “mari tertawa” dimana sang penyiar terkenal dengan gelak tawa yang khas dan memang dapat dikatan seorang komedian.

Selama 3 tahun semenjak dia pertama kali mendengarkan “kicauan” Arif,dia hanya terperangah dan kagum. Berawal dari kegauman lalu bersemilah bibit-bibit ketertarikan secara pribadi sehingga menuaikan hasil benih-benih cinta yang tidak diketahui pasti asal muasalnya.

Dia hanya membayangkan dirinya duduk berdua ditaman,bercanda tawa dan bersenda gurau serta mengadu kasih dibawah sinar bulan bersama penyiar komedian itu. Semua hayalan indah yang selalu dia imajinasikan dan kresikan disaat dia termenung sendiri atau sebelum dia belum tidur terlelap.

Tidak pernah terbesit dalam benaknya kapan dia akan mengakhiri semua hayalan gilanya itu. Namun dia menyadari penuaan dirinya mengingat sebentar lagi dia lulus sekolah.

Maka  diputuskannyalah untuk mengenal penyiar itu lebih jauh lagi dengan cara bersalaman atau berjabat tangan layaknya seorang yang asing dan baru mengenal untuk pertama kalinya.Yang jadi ppertanyaannya,apakah dia siap bertatap muka dengan Arif??? Ahhh...sudahlah. Putuskan saja semua urat malumu dan ajak arif bertemu barang berbincang-bincang ditaman atau sekedar makan siang. Itulah kata setan kecil dalam hati gadis muda itu.

Apa yang tengah dia pikirkan menjadi pergumulan tersendiri dalam otaknya. Padahal pertanyaan yang dia lontarkan terhadap dirinya sendiri adalah”iya” atau “tidak”. Satu kata dari jawaban yang tidak bisa diterka apa yang akan terjadi selanjutnya jika telah menentukan pilihan. Hanya tuhan yang tahu.

Akhirnya!!! Dia meraih handphonenya yang ada dimeja kemudian memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat yang berisi “ka arif,2 jam lagi aku akan kestudio. Aku salah satu pengagum kakak. Kiaranya kakak bersedia menanti di studio..” . Selama menulis teks,tangannya berpeluhan dan tubuhnya keringat dingin. Hatinya pun berdebar-debar tak keruan. Tatapan mata yang fokus pada layar handphone dan pendengaran telingan yang tetap terpaku pada setiap sms yang tengah dibaca arif. Ketika tiba giliran pesan Salsa dibaca,arif dengan segala kebutaan hati dan berbicara lantang mengatakan bahwa dia menantikan kehadiran Salsa sampai kapanpun. Arif tidak tahu bagaimana meledaknya hati Salsa ketika mendengar apa yang telah arif ucapkan. Langsung dia bangkit berdiri bergegas mandi dan mencari baju yang paling cocok dibadannya yang mungil serta memoleskan sedikit lipstick merah muda dibibirnya yang indah bagaikan pita merah kecil menyimpul ra[i ditempat yang memang seharusnya berada. Tak lupa pula dia menyemprotkan sedikit mainyak wangi ketubuhnya lalu pergi dengan perasaan yang bercampur aduk.

Teng!!! Jam menunjukan pukul 4,program yang dibawakan arif pun berakhir dan Salsa pun sedang dalam perjalan dan diperkirakan 5 menit lagi dia akan sampai. Diparkirnya motor didepan studio. Lalu dia segera saja menuju kelantai 2 dimana tempat arif tengah menengadahkan kepala menanti kiranya Salsa sudah sampai dan menghembuskan asap rokok secara perlahan karena tak sabar menunggu kedatangan salsa. Itulah yang ada dipikiran Salsa.

Dap....dap...dap....bunyi langkah Salsa yang di iringi dengan senang hati yang luar biasa bergejolak dalam hatinya. Didepan pintu,dimana dia melihat seorang lelaki yang dia kenal dengan nama “Arif” yang selama ini telah menjadi pujaan hatinya,menatapnya hanya dengan tatapan mata kosong. Dan begitu kagetnya lagi ketika Salsa harus melihat seorang anak lelaki kecil yang memanggil arif dengan sebuatan “papah”. Hancur lebur hatinya. Segera digigitnya bibir manisnya demi menahan air mata yang siap mengalir bagai derasnya air terjun. Apalagi setelah seorang wanita yang keluar dari pintu belakang. “pasti ini istrinya..” pikir salsa. Makinlah menganga rongga didadanya. Dia harus berjabat tangan dan tersenyum kepada istri arif. Padahal selama ini dia membayangkan bahwa dia yang akan menjadi istri arif. Salsa hanya mengenalkan dirinya kemudian pergi meninggalkan keluarga bahagia itu.

Belum sampai dia kebawah,air matanya segera bercucuran dan dadanya terasa sesak seperti dipenuhi dengan kepulan asap tebal. Dia tidak menyangka bahwa dia mencintai seseorang yang sudah berkeluarga  dan bodohnya lagi dia jatuh cintanya itu berawal dari suara seorang penyiar. Hentai dan goyah langkah kaki yang dia jalankan. Matanya pun bengkak sudah terlihat sayup adanya. Tidak ada cerah diwajah gadis itu,yang ada hanyalah awan hitam kelam.

Bergegas pergi dan mengendarai kendaraan dengan sangat kencang. Maut ada disekitar kita. Benarlah adanya perkataan itu. Salsa hampir saja tertabrak mobil ketika dia menyelip mobil itu. Memang salahnya. Namun dia tidak mengindahkan peringatan pertama. Memang mobil itu masih bisa dia hindari,namun truk yang siap menghadang dihadapannya tidak dapat dia elakan. Tertabrak dengan kencang dan keras hingga darak mengalir diaspal hitam dan bagian tubuh gadis itupun patah. Senyumnya pun ikut hancur beserta kepalanya. Sungguh kecelakaan yang mengerikan dan tragis.

Cinta itu memang indah namun mngerikan. Itulah akhir dari kekaguman Salsa. Keluarga yang ditinggalkan sangatlah berduka. Bagaimana dengan arif??? Arif tetap berkicau,tertawa,dan bahagia didepan mikrofon seperti biasanya. Tidak merasa kehilangan ataupun turut berduka. Bukan salah arif jua sebenarnya. Karena dia tidak mengetahui bahwa salsa memendam perasaan dan harapan begitu besar terhadap arif. Kematian Salsa pun hanya arif tidak tau.

Itulah akhir kisah Salsa. Mati mengenaskan dengan membawa cinta yang tidak pernah terungkapkan bahkan sampai dibawa mati dan tidak seorang pun mengetahui hal itu,selain radio kecil dipojokan kamarnya yang menjadi saksi bisu. Kisah yang berawal dari gelombang radio yang menyiarkan suara penyiar komedian itu harus berakhir begitu na’as.malang sekali kamu Salsa. Seharusnya Salsa mengatakan perasaanya walaupun dia tahu kemungkinan bersama itu tidak mungkin. Tapi setidaknya dia bisa tenang walaupun perasaan tak berbalas.

Inilah kisah Haru biru cinta radio yang misterinya tak terpecahkan. Perasaan yang tetap menjadi rahasia sampai akhir hayat salsa. Maka dari itu nyatakanlah perasaan anda selagi masih diberi kesempatan,karena anda tidak pernah tahu kapan tuhan akan memanggil anda. Semoga kisah cinta kita tidak seharu kisah salsa.Nyatakan walau menyakitkan.Ungkapkan walau tidak diberi kesempatan.Bahagialah karena kesedihan.

By: nanda anastasiya

Cerpen kedua yang bertajuk seputar kisah fiksi radio ini nanda buat untuk semua orang yang menghargai kasih sayang,kru primadona,dan para SAHABAT serta FANS primadona.terima kasih telah membaca. Jaya dan Damai lah Radio Primadona. ^-^

Selasa, 28 Agustus 2012

SUARA JAM SEMBILAN

  Sebuah radio yang cukup terkenal dan dikenal sudah cukup berumur terlihat dari luar sangat indah dan damai dimana dihuni oleh para penyiar yang cukup pintar berkicau ria dengan suara-suara yang mengudara. Hanya sedikit orang yang mengetahui seluk beluk kehidupan tentang para penyiar. Yang masyarakat tahu hanya nama sapaan dan suara mereka saja,wajah dan background kehidupan mereka mungkin hanya dapat diterka oleh masyarakat.
  Kembali ke masa lampau dimana salah satu penyiar dikabarkan hilang dan sampai sekarang tidak terdengar lagi kabarnya. Seorang penyiar yang dikenal dengan nama "yayuk" yang dikabarkan mempunyai paras yang begitu cantik dan suara yang begitu mempesona dan senantiasa mampu menghipnotis para pendengar radio.    Sempat terdengar desas-desus tidak nyaman seputar hubungan terlarang antara yayuk dan aldo. Namun seiring bergulirnya waktu issu tersebut pun menghilang beserta hilangnya yayuk didunia penyiaran.Kejadian ini terjadi sekitar tahun 90'an dimana radio menjadi media masa yang membuming di masa itu.
   Maju ke tahun 2010,ada seorang gadis remaja bernama amel yang berniat menjadi seorang penyiar radio. Radio Primadona,itulah nama radio yang sedang kita bicarakan. Amel gadis lulusan sarjana hukum itu tidak berniat berkelut didunia pekerjaan yang seharusnya dia tekuni,namun dia lebih berniat di dunia entertainment. Pada hari pertama dibulan mei,amel menyerahkan surat lamarannya. Berbagai tes dan sesi wawancara telah dia lalui. Bahkan take voice pun berjalan dengan lancar. Namun masih belum pasti apakah dia diterima atau belum. Aldo selaku pimpinan hanya berkata akan meneleponnya jika dia diterima.
   3 hari kemudian,amel mendapatkan berita bagus.iya,dia diterima dan siap berkerja di radio primadona. Dengan senang hati amel langsung berdandan dan menuju ke studio. Hari pertama dimana dia memulai karir menjadi seorang penyiar,semua berjalan lancar. Mendapat dua kewajiban,yaitu office dan siaran,dia pun menekuni pekerjaannya dengan senang hati walaupun jam kerja sampai jam 10 malam.
   Seperti biasa,penyiar yang dapat giliran siaran malam harus siap ditempat sejak jam 6 sore. Aldo yang sudah ada dikantor sejak matahari belum naik,kini harus pulang dan meregangkan otot-otot nya dan otomatis amel harus menggantikan aldo,dengan kata lain,sembari siaran amel juga menempati posisi office malam. Sebulan semenjak hilangnya yayuk,Aldo tidak pernah lagi bertugas malam ataupun sekedar mengunjungi studio.
   Membereskan beberapa dokumen yang ditelantarkan aldo,mungkin karena terpaut usia dan masalah penyakit "lupa",dokumen-dokumen itu hanya berserakan dimeja. Bukan bermaksud untuk mebongkar dokumen itu,namun tidak sengaja dokumen itu terjatuh dan diantara dokumen itu terdapat sebuah foto wanita yang mungkin adalah seorang mantan penyiar. Terka amel sekilas. Namun ketika dia mendalami lagi sosok wajah di foto itu,dia ingat nama seorang penyiar yang hilang beberapa tahun silam. Timbul prasangka duga tak jelas dibenak amel tentang aldo,kenapa dokumen lama mengenai penyiar yang hilang itu ada di meja aldo???
   Dengan berbagai macam pertanyaan serta rasa penasaran,amel pergi meninggalkan kantor dan pergi menuju kelantai satu. Dia bersiap-siap untuk siaran program "jelajah malam" yang dimulai dari jam 8 hingga jam 10,dimana waktu bekerjanya berakhir.
   Awalnya semuanya berjalan lancar. Namun ketika jarum jam tepat menunjukan jam 9,terdengar di radio suara gemuruh seorang gadis seolah-olah mengatakan sesuatu hal yang penting namun samar-samar terdengar. Amel kaget dan langsung melepaskan headphone yang ada ditelinganya. Jantungnya berdebar-debar dan berdetak dengan kencang. Bukan debaran ketika seseorang bertemu dengan sosok yang di cintainya,namu berdebar menggebu karena perasaan takut akan hal aneh yang telah dia dengar.
   15 menit berlalu ketika waktunya dia "on air",dia kembali keposisi normal dimana seharusnya dia duduk,membenahi pikiran dan menjauhkan hal-hal negatif dari otaknya. Setelah itu semua kembali noral dan tidak ada keanehan lagi yang terdengar.
   Keesokan harinya,merasa penasaran,amel memberanikan diri untuk bertanya kepada aldo tentang apa yang dia alaminya tadi malam. Aldo hanya tersenyum kecil dan berkata "hal itu sudah biasa" . Masih penasaran dan rasa kecurigaan yang begitu besar,amel hanya meninggalkan kantor begitu saja.
   Waktunya malam diaman amel harus bertugas,masih terasa was-was dan takut akan kejadian malam sebelumnya. Matanya tidak lepas dari gerakan jam dinding di studio berharap jam 9 tidak akan berkumandang suara-suara wanita aneh lagi. Namun yang diharapkannya bukan terkabul malah suara aneh itu semakin jelas ditelinganya bahkan seolah-olah wanita itu ada di studio bersamanya.
   Dia langsung melepaskan headphone dan bergegas keluar. Namun karena terlalu tergesa-gesa,dia jatuh ditangga dan pingsan seketika.
   Entah nyata atau tidak yang dia lihat selama pingsan,dia masih begitu kaget dan tidak percaya pada penglihatan dalam mimnpinya. Yang dia lihat dalam mimpinya yaitu penyiar lama yang dikabarkan hilang,siapa lagi kalau bukan yayuk. Dia melihat yayuk dan aldo bertengkar hebat dan kemudian yayuk menampar aldo. Karena tamparan yayuk tersebut,aldo mendorong yayuk sehingga yayuk jatuh terguling ditangga kemudian bersimbah darah karena kepalanya menghantam lantai dengan keras. Yayuk tewas seketika. Aldo yang merasa bersalah tak kuasa menahan tangis, namun mengingat dia adalah tersangka,aldo membawa mayat yayuk ke ruang MD (music director),dan menyimpan mayat yayuk didalam sekantong plastik berukuran besar lalu menyimpannya diruangan gudang kaset lama yang tidak pernah dimasuki seorangpun kecuali aldo.
   Setelah melihat kejadian itu,amel menangis dan tercengang serta memikirkan apa yang harus dia lakukan. Karena dia yakin,arwah yayuk yang masih gentayangan dan sering memperdengarkan suara keluhannya jam 9,bukan hanya semata-mata hanya iseng belaka,namun ada makna yang tersirat dibalik kejadian aneh selama ini.
  Dengan penuh keberanian dia langsung menelepon aldo dan memaparkan apa yang telah dia lihat. Aldo tersontak kaget dan langsung menghampiri amel yang masih distudio. Mereka berdebat dan amel mengancam aldo bahwa dia akan memberitahukan perihal pembunuhan yang telah terjadi dan tertutup rapat selama bertahun-tahun. Aldo yang marah langsung membungkam amel dan mengancam akan membunuhnya jika dia membeberkan pembunuhan yang dilakukan aldo. Amel berontak dan melemparkan vas bunga yang tidak jauh dari sekitar amel. Dia langsung melemparkannya ke kepala aldo. Aldo langsung tidak sadarkan diri. Amel langsung berlari kepihak berwajib dengan mengendarai sepeda motor. Amel tidak menghiraukan penampilannya yang kacau balau akibat perkelahian dan dinginnya malam yang menusuk hingga ketulang tidak terasa dibadan amel. Dia hanya melaju dengan kecepatan tinggi.
   Keesokan harinya polisi menggeledah gudang yang diduga sebagai tempat untuk menyimpan mayat yayuk.mayat??? mungkin bukan mayat lagi,namun kerangka. Semua tercengang dengan mata melongo melihat kerangka dalam plastik putih yang kotor dan diyakini bahwa kerangka tulang itu adalah milik yayuk. Aldo segera di bengkuk dan dibawa ke kantor polisi untuk ditindak lanjuti.
   Akhirnya misteri tentang hilangnya yayuk telah terungkap. Gadis malang yang dibunuh itu diharapkan sudah bisa tenang dialam baka. Sekarang tidak ada lagi suara aneh yang terdengar di radio setiap jam 9 malam. Semua kembali normal. Sekarang radio primadona benar-benar damai. Kebusukan yang tersimpan selama kurang lebih 10 tahun,sudah terungkap. Damailah selalu radio primadona.

By Nanda Anastasiya

kisah ini cuma karangan dan fiksi belaka. Semoga teman-teman semua terhibur. Cerpen ini nanda persembahkan buat seluruh kru primadona ataupun mantan kru primadona serta seluruh sahabat dan fans primadona. Terima Kasih