Kamis, 30 Agustus 2012

"AKU MENCINTAI PENYIAR ITU"

“AKU MENCINTAI PENYIAR ITU!!!”

Sebut saja Salsa nama seorang gadis SMA yang amat sangat hobi mendengarkan radio. Lumrahnya, orang mendengarkan radio dikarenakan radio yang dia dengarkan mampu mnyajikan berita dan lagu-lagu yang enak didengar serta menambah wawasan pendengarnya atau si pendengar hanya sekedar numpang nama dengan cara ikut berpatisi di program radio tersebut diacara tertentu melalui pesan singkat ataupun telepon demi menaikan pamor dan famous mereka.

Hal ini jauh berbeda dengan motif salsa mendengarkan radio. Alasan besar selama ini dia tidak pernah absen mendengarkan radio adalah karena dia jatuh cinta.ya,jatuh cinta memang virus yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Makanan yang tidak enak sama rasanya dengan rasa steak yang disajikan direstoran-restoran mahal. Kasur kapuk yang ditiduri terasa seperti spring bed hotel bintang lima. Bahkan rasa “Iwak Karing” pun tak kalah nikmatnya dengan ayam bakar. Oh cinta.....penyakit yang merajalela diberbagai usi. Jika melayang mengambung tinggi sampai kelangit-langit. Namun jika jatuh sakitnya minta ampun sampai keubun-ubun.

Kembali kita membahas si Salsa,ketika jam tepat menunjukan pukul 1 siang,ketika memang waktunya anak seusianya pulang sekolah,diapun melakukan hal yang sama. Sampai rumah langsung ganti baju,makan dan bergegas menghidupkan radio berukuran tanggung di kamarnya. Apapun yang terjadi dia tidak pernah ketinggalan program yang tengah dibawakan Arif setiap jam 2 itu. Arif,itulah sebutan penyiar bujang yang kabarnya mempunyai wajah yang rupawan.Program yang dia bawakan adalah program “mari tertawa” dimana sang penyiar terkenal dengan gelak tawa yang khas dan memang dapat dikatan seorang komedian.

Selama 3 tahun semenjak dia pertama kali mendengarkan “kicauan” Arif,dia hanya terperangah dan kagum. Berawal dari kegauman lalu bersemilah bibit-bibit ketertarikan secara pribadi sehingga menuaikan hasil benih-benih cinta yang tidak diketahui pasti asal muasalnya.

Dia hanya membayangkan dirinya duduk berdua ditaman,bercanda tawa dan bersenda gurau serta mengadu kasih dibawah sinar bulan bersama penyiar komedian itu. Semua hayalan indah yang selalu dia imajinasikan dan kresikan disaat dia termenung sendiri atau sebelum dia belum tidur terlelap.

Tidak pernah terbesit dalam benaknya kapan dia akan mengakhiri semua hayalan gilanya itu. Namun dia menyadari penuaan dirinya mengingat sebentar lagi dia lulus sekolah.

Maka  diputuskannyalah untuk mengenal penyiar itu lebih jauh lagi dengan cara bersalaman atau berjabat tangan layaknya seorang yang asing dan baru mengenal untuk pertama kalinya.Yang jadi ppertanyaannya,apakah dia siap bertatap muka dengan Arif??? Ahhh...sudahlah. Putuskan saja semua urat malumu dan ajak arif bertemu barang berbincang-bincang ditaman atau sekedar makan siang. Itulah kata setan kecil dalam hati gadis muda itu.

Apa yang tengah dia pikirkan menjadi pergumulan tersendiri dalam otaknya. Padahal pertanyaan yang dia lontarkan terhadap dirinya sendiri adalah”iya” atau “tidak”. Satu kata dari jawaban yang tidak bisa diterka apa yang akan terjadi selanjutnya jika telah menentukan pilihan. Hanya tuhan yang tahu.

Akhirnya!!! Dia meraih handphonenya yang ada dimeja kemudian memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat yang berisi “ka arif,2 jam lagi aku akan kestudio. Aku salah satu pengagum kakak. Kiaranya kakak bersedia menanti di studio..” . Selama menulis teks,tangannya berpeluhan dan tubuhnya keringat dingin. Hatinya pun berdebar-debar tak keruan. Tatapan mata yang fokus pada layar handphone dan pendengaran telingan yang tetap terpaku pada setiap sms yang tengah dibaca arif. Ketika tiba giliran pesan Salsa dibaca,arif dengan segala kebutaan hati dan berbicara lantang mengatakan bahwa dia menantikan kehadiran Salsa sampai kapanpun. Arif tidak tahu bagaimana meledaknya hati Salsa ketika mendengar apa yang telah arif ucapkan. Langsung dia bangkit berdiri bergegas mandi dan mencari baju yang paling cocok dibadannya yang mungil serta memoleskan sedikit lipstick merah muda dibibirnya yang indah bagaikan pita merah kecil menyimpul ra[i ditempat yang memang seharusnya berada. Tak lupa pula dia menyemprotkan sedikit mainyak wangi ketubuhnya lalu pergi dengan perasaan yang bercampur aduk.

Teng!!! Jam menunjukan pukul 4,program yang dibawakan arif pun berakhir dan Salsa pun sedang dalam perjalan dan diperkirakan 5 menit lagi dia akan sampai. Diparkirnya motor didepan studio. Lalu dia segera saja menuju kelantai 2 dimana tempat arif tengah menengadahkan kepala menanti kiranya Salsa sudah sampai dan menghembuskan asap rokok secara perlahan karena tak sabar menunggu kedatangan salsa. Itulah yang ada dipikiran Salsa.

Dap....dap...dap....bunyi langkah Salsa yang di iringi dengan senang hati yang luar biasa bergejolak dalam hatinya. Didepan pintu,dimana dia melihat seorang lelaki yang dia kenal dengan nama “Arif” yang selama ini telah menjadi pujaan hatinya,menatapnya hanya dengan tatapan mata kosong. Dan begitu kagetnya lagi ketika Salsa harus melihat seorang anak lelaki kecil yang memanggil arif dengan sebuatan “papah”. Hancur lebur hatinya. Segera digigitnya bibir manisnya demi menahan air mata yang siap mengalir bagai derasnya air terjun. Apalagi setelah seorang wanita yang keluar dari pintu belakang. “pasti ini istrinya..” pikir salsa. Makinlah menganga rongga didadanya. Dia harus berjabat tangan dan tersenyum kepada istri arif. Padahal selama ini dia membayangkan bahwa dia yang akan menjadi istri arif. Salsa hanya mengenalkan dirinya kemudian pergi meninggalkan keluarga bahagia itu.

Belum sampai dia kebawah,air matanya segera bercucuran dan dadanya terasa sesak seperti dipenuhi dengan kepulan asap tebal. Dia tidak menyangka bahwa dia mencintai seseorang yang sudah berkeluarga  dan bodohnya lagi dia jatuh cintanya itu berawal dari suara seorang penyiar. Hentai dan goyah langkah kaki yang dia jalankan. Matanya pun bengkak sudah terlihat sayup adanya. Tidak ada cerah diwajah gadis itu,yang ada hanyalah awan hitam kelam.

Bergegas pergi dan mengendarai kendaraan dengan sangat kencang. Maut ada disekitar kita. Benarlah adanya perkataan itu. Salsa hampir saja tertabrak mobil ketika dia menyelip mobil itu. Memang salahnya. Namun dia tidak mengindahkan peringatan pertama. Memang mobil itu masih bisa dia hindari,namun truk yang siap menghadang dihadapannya tidak dapat dia elakan. Tertabrak dengan kencang dan keras hingga darak mengalir diaspal hitam dan bagian tubuh gadis itupun patah. Senyumnya pun ikut hancur beserta kepalanya. Sungguh kecelakaan yang mengerikan dan tragis.

Cinta itu memang indah namun mngerikan. Itulah akhir dari kekaguman Salsa. Keluarga yang ditinggalkan sangatlah berduka. Bagaimana dengan arif??? Arif tetap berkicau,tertawa,dan bahagia didepan mikrofon seperti biasanya. Tidak merasa kehilangan ataupun turut berduka. Bukan salah arif jua sebenarnya. Karena dia tidak mengetahui bahwa salsa memendam perasaan dan harapan begitu besar terhadap arif. Kematian Salsa pun hanya arif tidak tau.

Itulah akhir kisah Salsa. Mati mengenaskan dengan membawa cinta yang tidak pernah terungkapkan bahkan sampai dibawa mati dan tidak seorang pun mengetahui hal itu,selain radio kecil dipojokan kamarnya yang menjadi saksi bisu. Kisah yang berawal dari gelombang radio yang menyiarkan suara penyiar komedian itu harus berakhir begitu na’as.malang sekali kamu Salsa. Seharusnya Salsa mengatakan perasaanya walaupun dia tahu kemungkinan bersama itu tidak mungkin. Tapi setidaknya dia bisa tenang walaupun perasaan tak berbalas.

Inilah kisah Haru biru cinta radio yang misterinya tak terpecahkan. Perasaan yang tetap menjadi rahasia sampai akhir hayat salsa. Maka dari itu nyatakanlah perasaan anda selagi masih diberi kesempatan,karena anda tidak pernah tahu kapan tuhan akan memanggil anda. Semoga kisah cinta kita tidak seharu kisah salsa.Nyatakan walau menyakitkan.Ungkapkan walau tidak diberi kesempatan.Bahagialah karena kesedihan.

By: nanda anastasiya

Cerpen kedua yang bertajuk seputar kisah fiksi radio ini nanda buat untuk semua orang yang menghargai kasih sayang,kru primadona,dan para SAHABAT serta FANS primadona.terima kasih telah membaca. Jaya dan Damai lah Radio Primadona. ^-^

Selasa, 28 Agustus 2012

SUARA JAM SEMBILAN

  Sebuah radio yang cukup terkenal dan dikenal sudah cukup berumur terlihat dari luar sangat indah dan damai dimana dihuni oleh para penyiar yang cukup pintar berkicau ria dengan suara-suara yang mengudara. Hanya sedikit orang yang mengetahui seluk beluk kehidupan tentang para penyiar. Yang masyarakat tahu hanya nama sapaan dan suara mereka saja,wajah dan background kehidupan mereka mungkin hanya dapat diterka oleh masyarakat.
  Kembali ke masa lampau dimana salah satu penyiar dikabarkan hilang dan sampai sekarang tidak terdengar lagi kabarnya. Seorang penyiar yang dikenal dengan nama "yayuk" yang dikabarkan mempunyai paras yang begitu cantik dan suara yang begitu mempesona dan senantiasa mampu menghipnotis para pendengar radio.    Sempat terdengar desas-desus tidak nyaman seputar hubungan terlarang antara yayuk dan aldo. Namun seiring bergulirnya waktu issu tersebut pun menghilang beserta hilangnya yayuk didunia penyiaran.Kejadian ini terjadi sekitar tahun 90'an dimana radio menjadi media masa yang membuming di masa itu.
   Maju ke tahun 2010,ada seorang gadis remaja bernama amel yang berniat menjadi seorang penyiar radio. Radio Primadona,itulah nama radio yang sedang kita bicarakan. Amel gadis lulusan sarjana hukum itu tidak berniat berkelut didunia pekerjaan yang seharusnya dia tekuni,namun dia lebih berniat di dunia entertainment. Pada hari pertama dibulan mei,amel menyerahkan surat lamarannya. Berbagai tes dan sesi wawancara telah dia lalui. Bahkan take voice pun berjalan dengan lancar. Namun masih belum pasti apakah dia diterima atau belum. Aldo selaku pimpinan hanya berkata akan meneleponnya jika dia diterima.
   3 hari kemudian,amel mendapatkan berita bagus.iya,dia diterima dan siap berkerja di radio primadona. Dengan senang hati amel langsung berdandan dan menuju ke studio. Hari pertama dimana dia memulai karir menjadi seorang penyiar,semua berjalan lancar. Mendapat dua kewajiban,yaitu office dan siaran,dia pun menekuni pekerjaannya dengan senang hati walaupun jam kerja sampai jam 10 malam.
   Seperti biasa,penyiar yang dapat giliran siaran malam harus siap ditempat sejak jam 6 sore. Aldo yang sudah ada dikantor sejak matahari belum naik,kini harus pulang dan meregangkan otot-otot nya dan otomatis amel harus menggantikan aldo,dengan kata lain,sembari siaran amel juga menempati posisi office malam. Sebulan semenjak hilangnya yayuk,Aldo tidak pernah lagi bertugas malam ataupun sekedar mengunjungi studio.
   Membereskan beberapa dokumen yang ditelantarkan aldo,mungkin karena terpaut usia dan masalah penyakit "lupa",dokumen-dokumen itu hanya berserakan dimeja. Bukan bermaksud untuk mebongkar dokumen itu,namun tidak sengaja dokumen itu terjatuh dan diantara dokumen itu terdapat sebuah foto wanita yang mungkin adalah seorang mantan penyiar. Terka amel sekilas. Namun ketika dia mendalami lagi sosok wajah di foto itu,dia ingat nama seorang penyiar yang hilang beberapa tahun silam. Timbul prasangka duga tak jelas dibenak amel tentang aldo,kenapa dokumen lama mengenai penyiar yang hilang itu ada di meja aldo???
   Dengan berbagai macam pertanyaan serta rasa penasaran,amel pergi meninggalkan kantor dan pergi menuju kelantai satu. Dia bersiap-siap untuk siaran program "jelajah malam" yang dimulai dari jam 8 hingga jam 10,dimana waktu bekerjanya berakhir.
   Awalnya semuanya berjalan lancar. Namun ketika jarum jam tepat menunjukan jam 9,terdengar di radio suara gemuruh seorang gadis seolah-olah mengatakan sesuatu hal yang penting namun samar-samar terdengar. Amel kaget dan langsung melepaskan headphone yang ada ditelinganya. Jantungnya berdebar-debar dan berdetak dengan kencang. Bukan debaran ketika seseorang bertemu dengan sosok yang di cintainya,namu berdebar menggebu karena perasaan takut akan hal aneh yang telah dia dengar.
   15 menit berlalu ketika waktunya dia "on air",dia kembali keposisi normal dimana seharusnya dia duduk,membenahi pikiran dan menjauhkan hal-hal negatif dari otaknya. Setelah itu semua kembali noral dan tidak ada keanehan lagi yang terdengar.
   Keesokan harinya,merasa penasaran,amel memberanikan diri untuk bertanya kepada aldo tentang apa yang dia alaminya tadi malam. Aldo hanya tersenyum kecil dan berkata "hal itu sudah biasa" . Masih penasaran dan rasa kecurigaan yang begitu besar,amel hanya meninggalkan kantor begitu saja.
   Waktunya malam diaman amel harus bertugas,masih terasa was-was dan takut akan kejadian malam sebelumnya. Matanya tidak lepas dari gerakan jam dinding di studio berharap jam 9 tidak akan berkumandang suara-suara wanita aneh lagi. Namun yang diharapkannya bukan terkabul malah suara aneh itu semakin jelas ditelinganya bahkan seolah-olah wanita itu ada di studio bersamanya.
   Dia langsung melepaskan headphone dan bergegas keluar. Namun karena terlalu tergesa-gesa,dia jatuh ditangga dan pingsan seketika.
   Entah nyata atau tidak yang dia lihat selama pingsan,dia masih begitu kaget dan tidak percaya pada penglihatan dalam mimnpinya. Yang dia lihat dalam mimpinya yaitu penyiar lama yang dikabarkan hilang,siapa lagi kalau bukan yayuk. Dia melihat yayuk dan aldo bertengkar hebat dan kemudian yayuk menampar aldo. Karena tamparan yayuk tersebut,aldo mendorong yayuk sehingga yayuk jatuh terguling ditangga kemudian bersimbah darah karena kepalanya menghantam lantai dengan keras. Yayuk tewas seketika. Aldo yang merasa bersalah tak kuasa menahan tangis, namun mengingat dia adalah tersangka,aldo membawa mayat yayuk ke ruang MD (music director),dan menyimpan mayat yayuk didalam sekantong plastik berukuran besar lalu menyimpannya diruangan gudang kaset lama yang tidak pernah dimasuki seorangpun kecuali aldo.
   Setelah melihat kejadian itu,amel menangis dan tercengang serta memikirkan apa yang harus dia lakukan. Karena dia yakin,arwah yayuk yang masih gentayangan dan sering memperdengarkan suara keluhannya jam 9,bukan hanya semata-mata hanya iseng belaka,namun ada makna yang tersirat dibalik kejadian aneh selama ini.
  Dengan penuh keberanian dia langsung menelepon aldo dan memaparkan apa yang telah dia lihat. Aldo tersontak kaget dan langsung menghampiri amel yang masih distudio. Mereka berdebat dan amel mengancam aldo bahwa dia akan memberitahukan perihal pembunuhan yang telah terjadi dan tertutup rapat selama bertahun-tahun. Aldo yang marah langsung membungkam amel dan mengancam akan membunuhnya jika dia membeberkan pembunuhan yang dilakukan aldo. Amel berontak dan melemparkan vas bunga yang tidak jauh dari sekitar amel. Dia langsung melemparkannya ke kepala aldo. Aldo langsung tidak sadarkan diri. Amel langsung berlari kepihak berwajib dengan mengendarai sepeda motor. Amel tidak menghiraukan penampilannya yang kacau balau akibat perkelahian dan dinginnya malam yang menusuk hingga ketulang tidak terasa dibadan amel. Dia hanya melaju dengan kecepatan tinggi.
   Keesokan harinya polisi menggeledah gudang yang diduga sebagai tempat untuk menyimpan mayat yayuk.mayat??? mungkin bukan mayat lagi,namun kerangka. Semua tercengang dengan mata melongo melihat kerangka dalam plastik putih yang kotor dan diyakini bahwa kerangka tulang itu adalah milik yayuk. Aldo segera di bengkuk dan dibawa ke kantor polisi untuk ditindak lanjuti.
   Akhirnya misteri tentang hilangnya yayuk telah terungkap. Gadis malang yang dibunuh itu diharapkan sudah bisa tenang dialam baka. Sekarang tidak ada lagi suara aneh yang terdengar di radio setiap jam 9 malam. Semua kembali normal. Sekarang radio primadona benar-benar damai. Kebusukan yang tersimpan selama kurang lebih 10 tahun,sudah terungkap. Damailah selalu radio primadona.

By Nanda Anastasiya

kisah ini cuma karangan dan fiksi belaka. Semoga teman-teman semua terhibur. Cerpen ini nanda persembahkan buat seluruh kru primadona ataupun mantan kru primadona serta seluruh sahabat dan fans primadona. Terima Kasih