“AKU MENCINTAI PENYIAR ITU!!!”
Sebut saja Salsa nama seorang gadis SMA yang amat sangat
hobi mendengarkan radio. Lumrahnya, orang mendengarkan radio dikarenakan radio
yang dia dengarkan mampu mnyajikan berita dan lagu-lagu yang enak didengar
serta menambah wawasan pendengarnya atau si pendengar hanya sekedar numpang
nama dengan cara ikut berpatisi di program radio tersebut diacara tertentu
melalui pesan singkat ataupun telepon demi menaikan pamor dan famous mereka.
Hal ini jauh berbeda dengan motif salsa mendengarkan
radio. Alasan besar selama ini dia tidak pernah absen mendengarkan radio adalah
karena dia jatuh cinta.ya,jatuh cinta memang virus yang tidak bisa ditolak oleh
siapapun. Makanan yang tidak enak sama rasanya dengan rasa steak yang disajikan
direstoran-restoran mahal. Kasur kapuk yang ditiduri terasa seperti spring bed
hotel bintang lima. Bahkan rasa “Iwak Karing” pun tak kalah nikmatnya dengan
ayam bakar. Oh cinta.....penyakit yang merajalela diberbagai usi. Jika melayang
mengambung tinggi sampai kelangit-langit. Namun jika jatuh sakitnya minta ampun
sampai keubun-ubun.
Kembali kita membahas si Salsa,ketika jam tepat
menunjukan pukul 1 siang,ketika memang waktunya anak seusianya pulang
sekolah,diapun melakukan hal yang sama. Sampai rumah langsung ganti baju,makan
dan bergegas menghidupkan radio berukuran tanggung di kamarnya. Apapun yang
terjadi dia tidak pernah ketinggalan program yang tengah dibawakan Arif setiap
jam 2 itu. Arif,itulah sebutan penyiar bujang yang kabarnya mempunyai wajah
yang rupawan.Program yang dia bawakan adalah program “mari tertawa” dimana sang
penyiar terkenal dengan gelak tawa yang khas dan memang dapat dikatan seorang
komedian.
Selama 3 tahun semenjak dia pertama kali mendengarkan
“kicauan” Arif,dia hanya terperangah dan kagum. Berawal dari kegauman lalu
bersemilah bibit-bibit ketertarikan secara pribadi sehingga menuaikan hasil
benih-benih cinta yang tidak diketahui pasti asal muasalnya.
Dia hanya membayangkan dirinya duduk berdua
ditaman,bercanda tawa dan bersenda gurau serta mengadu kasih dibawah sinar
bulan bersama penyiar komedian itu. Semua hayalan indah yang selalu dia
imajinasikan dan kresikan disaat dia termenung sendiri atau sebelum dia belum
tidur terlelap.
Tidak pernah terbesit dalam benaknya kapan dia akan
mengakhiri semua hayalan gilanya itu. Namun dia menyadari penuaan dirinya
mengingat sebentar lagi dia lulus sekolah.
Maka
diputuskannyalah untuk mengenal penyiar itu lebih jauh lagi dengan cara
bersalaman atau berjabat tangan layaknya seorang yang asing dan baru mengenal
untuk pertama kalinya.Yang jadi ppertanyaannya,apakah dia siap bertatap muka
dengan Arif??? Ahhh...sudahlah. Putuskan saja semua urat malumu dan ajak arif
bertemu barang berbincang-bincang ditaman atau sekedar makan siang. Itulah kata
setan kecil dalam hati gadis muda itu.
Apa yang tengah dia pikirkan menjadi pergumulan
tersendiri dalam otaknya. Padahal pertanyaan yang dia lontarkan terhadap
dirinya sendiri adalah”iya” atau “tidak”. Satu kata dari jawaban yang tidak
bisa diterka apa yang akan terjadi selanjutnya jika telah menentukan pilihan.
Hanya tuhan yang tahu.
Akhirnya!!! Dia meraih handphonenya yang ada dimeja
kemudian memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat yang berisi “ka arif,2
jam lagi aku akan kestudio. Aku salah satu pengagum kakak. Kiaranya kakak
bersedia menanti di studio..” . Selama menulis teks,tangannya berpeluhan dan
tubuhnya keringat dingin. Hatinya pun berdebar-debar tak keruan. Tatapan mata
yang fokus pada layar handphone dan pendengaran telingan yang tetap terpaku
pada setiap sms yang tengah dibaca arif. Ketika tiba giliran pesan Salsa
dibaca,arif dengan segala kebutaan hati dan berbicara lantang mengatakan bahwa
dia menantikan kehadiran Salsa sampai kapanpun. Arif tidak tahu bagaimana
meledaknya hati Salsa ketika mendengar apa yang telah arif ucapkan. Langsung
dia bangkit berdiri bergegas mandi dan mencari baju yang paling cocok
dibadannya yang mungil serta memoleskan sedikit lipstick merah muda dibibirnya
yang indah bagaikan pita merah kecil menyimpul ra[i ditempat yang memang
seharusnya berada. Tak lupa pula dia menyemprotkan sedikit mainyak wangi
ketubuhnya lalu pergi dengan perasaan yang bercampur aduk.
Teng!!! Jam menunjukan pukul 4,program yang dibawakan
arif pun berakhir dan Salsa pun sedang dalam perjalan dan diperkirakan 5 menit
lagi dia akan sampai. Diparkirnya motor didepan studio. Lalu dia segera saja
menuju kelantai 2 dimana tempat arif tengah menengadahkan kepala menanti
kiranya Salsa sudah sampai dan menghembuskan asap rokok secara perlahan karena
tak sabar menunggu kedatangan salsa. Itulah yang ada dipikiran Salsa.
Dap....dap...dap....bunyi langkah Salsa yang di iringi
dengan senang hati yang luar biasa bergejolak dalam hatinya. Didepan
pintu,dimana dia melihat seorang lelaki yang dia kenal dengan nama “Arif” yang
selama ini telah menjadi pujaan hatinya,menatapnya hanya dengan tatapan mata
kosong. Dan begitu kagetnya lagi ketika Salsa harus melihat seorang anak lelaki
kecil yang memanggil arif dengan sebuatan “papah”. Hancur lebur hatinya. Segera
digigitnya bibir manisnya demi menahan air mata yang siap mengalir bagai
derasnya air terjun. Apalagi setelah seorang wanita yang keluar dari pintu
belakang. “pasti ini istrinya..” pikir salsa. Makinlah menganga rongga
didadanya. Dia harus berjabat tangan dan tersenyum kepada istri arif. Padahal
selama ini dia membayangkan bahwa dia yang akan menjadi istri arif. Salsa hanya
mengenalkan dirinya kemudian pergi meninggalkan keluarga bahagia itu.
Belum sampai dia kebawah,air matanya segera bercucuran
dan dadanya terasa sesak seperti dipenuhi dengan kepulan asap tebal. Dia tidak
menyangka bahwa dia mencintai seseorang yang sudah berkeluarga dan bodohnya lagi dia jatuh cintanya itu
berawal dari suara seorang penyiar. Hentai dan goyah langkah kaki yang dia
jalankan. Matanya pun bengkak sudah terlihat sayup adanya. Tidak ada cerah
diwajah gadis itu,yang ada hanyalah awan hitam kelam.
Bergegas pergi dan mengendarai kendaraan dengan sangat
kencang. Maut ada disekitar kita. Benarlah adanya perkataan itu. Salsa hampir
saja tertabrak mobil ketika dia menyelip mobil itu. Memang salahnya. Namun dia
tidak mengindahkan peringatan pertama. Memang mobil itu masih bisa dia
hindari,namun truk yang siap menghadang dihadapannya tidak dapat dia elakan.
Tertabrak dengan kencang dan keras hingga darak mengalir diaspal hitam dan
bagian tubuh gadis itupun patah. Senyumnya pun ikut hancur beserta kepalanya.
Sungguh kecelakaan yang mengerikan dan tragis.
Cinta itu memang indah namun mngerikan. Itulah akhir dari
kekaguman Salsa. Keluarga yang ditinggalkan sangatlah berduka. Bagaimana dengan
arif??? Arif tetap berkicau,tertawa,dan bahagia didepan mikrofon seperti
biasanya. Tidak merasa kehilangan ataupun turut berduka. Bukan salah arif jua
sebenarnya. Karena dia tidak mengetahui bahwa salsa memendam perasaan dan
harapan begitu besar terhadap arif. Kematian Salsa pun hanya arif tidak tau.
Itulah akhir kisah Salsa. Mati mengenaskan dengan membawa
cinta yang tidak pernah terungkapkan bahkan sampai dibawa mati dan tidak
seorang pun mengetahui hal itu,selain radio kecil dipojokan kamarnya yang
menjadi saksi bisu. Kisah yang berawal dari gelombang radio yang menyiarkan
suara penyiar komedian itu harus berakhir begitu na’as.malang sekali kamu
Salsa. Seharusnya Salsa mengatakan perasaanya walaupun dia tahu kemungkinan
bersama itu tidak mungkin. Tapi setidaknya dia bisa tenang walaupun perasaan tak
berbalas.
Inilah kisah Haru biru cinta radio yang misterinya tak
terpecahkan. Perasaan yang tetap menjadi rahasia sampai akhir hayat salsa. Maka
dari itu nyatakanlah perasaan anda selagi masih diberi kesempatan,karena anda
tidak pernah tahu kapan tuhan akan memanggil anda. Semoga kisah cinta kita
tidak seharu kisah salsa.Nyatakan walau menyakitkan.Ungkapkan walau tidak
diberi kesempatan.Bahagialah karena kesedihan.
By: nanda anastasiya
Cerpen kedua yang bertajuk seputar kisah fiksi radio ini
nanda buat untuk semua orang yang menghargai kasih sayang,kru primadona,dan
para SAHABAT serta FANS primadona.terima kasih telah membaca. Jaya dan Damai
lah Radio Primadona. ^-^
Keren Nand.. :D
BalasHapusyoiyoy...dibca lah storynya..ap yg kurang???
BalasHapushaduhhhh, jngan sampai mati donk, endingx yg happy, masa mati, wah kasihan betul
BalasHapushahahaha....ntr aj next time klo ad wktu senggang lgi psti bkin cerpen kok..kali ini happy ending ;)
BalasHapus